Gendis Homestay Bontang

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Indonesiana Inilah Efek Dan Akibat Suku Bunga Bank Rendah Oleh Dahlan Iskan

Inilah Efek Dan Akibat Suku Bunga Bank Rendah Oleh Dahlan Iskan

SEBENARNYA ini keberhasilan besar. Besar sekali: pemerintah berhasil memaksa bank menurunkan bunga pinjaman. Betul. Pemerintah betul.
Inilah Efek Dan Akibat Suku Bunga Bank Rendah Oleh Dahlan Iskan
Sudah terlalu lama dunia perbankan menikmati bunga tinggi. Sampai laba perbankan di Indonesia luar biasa tingginya. Termasuk tertinggi di dunia. Bank-bank asing pun ikut berbahagia.

Mestinya peristiwa ”bunga rendah” ini disambut gegap gempita. Terutama oleh dunia usaha. Ini luar biasa. Ini bersejarah.

Inilah saatnya penganut aliran ”bunga rendahlah yang mendorong ekonomi” berkibar. Mengalahkan penganut aliran ekonomi pasar. Presiden, Wapres, dan Menko Perekonomian kali ini kompak. Kebetulan Menko Perekonomiannya, Darmin Nasution, memang dari aliran ”bunga rendah” ini.

Bacalah bukunya. Yang terbit saat Darmin mengakhiri masa jabatannya sebagai gubernur Bank Indonesia. Tiga tahun lalu. Buku yang sangat bagus. Terlihat jelas di situ. Dia berideologi bunga rendah.

Saya sendiri ikut bergembira. Tapi, saya masih harap-harap cemas. Sedap-sedap ngeri. Di satu pihak, saya sangat senang.

Di pihak lain, saya tahu: keberhasilan bunga murah memerlukan banyak syarat. Salah satunya: inflasi harus juga rendah.

Bisakah pemerintah membuat inflasi rendah? Dan stabil? Dan dalam waktu yang panjang?

Menurut hukum ekonomi yang lazim, pemerintahlah yang lebih dulu membuktikan bisa membuat inflasi rendah. Ini berarti pemerintah terbukti bisa menjaga harga-harga tidak naik.

Setelah itu terbukti, dunia perbankan harus menurunkan bunga. Kalau bandel, barulah dipaksa.

Kali ini rupanya hukum itu akan dibalik: suku bunga dulu yang harus rendah. Nantilah. Inflasi akan ikut rendah.

Tentu ini bukan tontonan. Tapi, cerita yang dibalikkan itu menarik untuk disaksikan. Dengan berdebar. Menanti akhir dari cerita itu.

Skenario 1: Bunga turun, ekonomi bergairah, produksi naik, infrastruktur beres, logistik efisien, dan seterusnya.

Inflasi pun akan rendah. Bunga rendah pun bisa terus dipertahankan. Bahkan dibuat lebih rendah lagi.

Itu skenario happy ending. Meski awalnya berdebar, akhirnya membuat penonton tersenyum. Bahagia.

Skenario 2: Bunga rendah, ekonomi bergairah. Tapi, produksi tidak naik. Infrastruktur tidak oke. Jalan macet, listrik mati-mati, pelabuhan ruwet, birokrasi lambat. Akibatnya, harga-harga naik. Inflasi tinggi.

Kalau skenario 2 ini yang terjadi, itulah skenario tragic ending. Dalam waktu dua tahun dunia perbankan sesak napas. Termehek-mehek. Tidak kuat lagi.

Ekonomi runtuh secara mendasar. Perbankan, yang semula dipaksa ibarat dokter yang harus menyembuhkan pasien, justru dia sendiri yang sakit.

Dunia perbankan sudah berhasil takluk. Ditaklukkan. Masa depan perbankan sepenuhnya menunggu kinerja ekonomi pemerintah.

Kalau pemerintah berhasil menjaga inflasi maksimum 3,5 persen, dunia perbankan selamat. Kalau sebaliknya, dunia perbankan wasalam.

Mampukah pemerintah menciptakan inflasi maksimum 3,5 persen? Bisakah pemerintah meningkatkan produksi di segala bidang? Lalu mengendalikan harga-harga? Dalam waktu yang panjang?

Seharusnya bisa. Terutama karena ini: harga minyak mentah dunia turun begitu rendahnya. Tapi, kenaikan harga-harga beras, daging, cabai, dan sejenisnya membuktikan hal yang sebaliknya.

Sungguh berat tugas pemerintah saat ini. Meningkatkan produksi bukanlah masalah sepele.

Peningkatan produksi tidak sama dengan ”citra meningkatnya produksi”. Yang satu berada di dunia nyata. Yang satunya di dunia fatamorgana.

Pidato, ancaman, gertakan, dan hukuman tidak berpengaruh langsung ke peningkatan produksi. Baik produksi pertanian, lebih-lebih lagi produksi industri.

Kalau produksi bisa meningkat, pasar dalam negeri penuh dengan barang produksi sendiri. Lalu bisa ekspor. Dampaknya pada penguatan ekonomi luar biasa.

Saya menyambut gembira datangnya rezim suku bunga murah. Meskipun melalui pemaksaan. Saya bangga dengan skenario 1. Tapi, saya juga menyiapkan napas cadangan untuk jaga-jaga terhadap skenario 2. (*) // dahlan iskan new hope 58//
Hi Joko
Add Comment
Indonesiana
Minggu, 06 Maret 2016
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

Tentang Gendis Homestay

Selamat Datang Di Gendis Homestay Bontang - Jangan Khawatir dengan Budget Kecil anda untuk Keperluan Penginapan dan Tempat Tinggal anda selama di Bontang. Silahkan Datang ke Tempat Kami Untuk kemudahan dan kenyamanan anda selama tinggal di Bontang. Untuk Konfirmasi pemesanan silahkan Kontak Kami Di : 082243634433 - 081228801199 Atau Mention Kami Di @GendisID Tarif Lebih Murah untuk Anda Yang mengambil Paket Mingguan atau Bulanan. Harga Gendis Homestay dengan Rumah Type 70 2 Lantai Full AC dan TV, Alat Masak , Mesin Cuci adalah Rp. 500 ribu/ Malam atau PAket Rombongan : Rp.800.000 per malam nya

Related Posts

Lihat versi seluler

Weekly Posts

  • Inilah 7 Video Bokep Lokal Asli Indonesia Yang Menggegerkan Publik
    Inilah 7 Video Bokep Lokal Asli Indonesia Yang Menggegerkan Publik
    Skandal video Bokep panas seorang model yang menggegerkan publik hari ini (3/3) bukanlah yang pertama. Sebelumnya, telah ada video serupa ya...
  • Lelaki Itu Mendekati, Menikahi, Lalu Menafkahi. Bukan Memacari, Menikmati, Lalu Pergi
    Lelaki Itu Mendekati, Menikahi, Lalu Menafkahi. Bukan Memacari, Menikmati, Lalu Pergi
    Lelaki baik untuk wanita itu adalah dia yang mau mendekati karena ingin menikahi dan siap memberinya nafkah. Bukan laki-laki yang hanya menc...
  • Mau Tau Perbedaan rasa Janda dan Perawan?
    Mau Tau Perbedaan rasa Janda dan Perawan?
    Mau Tau Perbedaan rasa Janda dan Perawan? Janda dan perawan menurut saya perbedaannya setipis selaput perawan. Mungkin letak perbedaanya ad...
  • Khusus Buat Lelaki Hebatku, Terima Kasih Untuk Setiap Waktunya.. Mention / Tag Suami-Pacar Kamu Ya Girls!
    Khusus Buat Lelaki Hebatku, Terima Kasih Untuk Setiap Waktunya.. Mention / Tag Suami-Pacar Kamu Ya Girls!
    Tidak terasa sudah enam tahun kita bersama, enam tahun yang kita lalui bukan waktu yang singkat, kita sudah melewati berbagai macam rintang...
  • Direktur COP Sebut Orangutan yang Tewas di Bontang Dibunuh
    Direktur COP Sebut Orangutan yang Tewas di Bontang Dibunuh
    Direktur Pelaksana Centre For Orangutan Protection (COP) Ramadhani menyebut ada unsur kesengajaan dalam kasus pembakaran lahan yang mengakib...
  • Mengenal Tuyul Pencuri, Begini Caranya Agar Tidak Masuk ke Rumah Kita
    Mengenal Tuyul Pencuri, Begini Caranya Agar Tidak Masuk ke Rumah Kita
    Mengenal Tuyul, Tuyul dalam mitologi Nusantara, terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan ke...
  • Video Bokep "Belum Ada Judul (2005) " , Siapa sebenarnya??
    Video Bokep "Belum Ada Judul (2005) " , Siapa sebenarnya??
    Video Bokep "Belum Ada Judul (2005) " , Siapa sebenarnya?? Keren yah judulnya: Belum Ada Judul alias untitled. Entah mungkin karen...
  • Wisma Tamu Gendis Homestay And Guest House
    Wisma Tamu Gendis Homestay And Guest House
    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fr...
  • Sewa Penginapan Harian Murah Di Bontang
    Sewa Penginapan Harian Murah Di Bontang
    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fri...
  • Hotel Penginapan Murah Bontang
    Hotel Penginapan Murah Bontang
    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fr...

Label

Beras Basah Bisnis Bontang Bursa Barang Bontang Derawan Guesthouse Homestay Indonesiana Kesehatan Kuliner Labuan Cermin Penginapan Perumahan Bontang Segajah Traveler Wisata Bontang Wisma Tamu
Copyright © 2014 Gendis Homestay Bontang All Right Reserved
Created by Arlina Design | Published By Indonesian Templates