Gendis Homestay Bontang

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Wisata Bontang Pohon Ulin Raksasa 1.000 Tahun Di Taman Nasional Sangkima

Pohon Ulin Raksasa 1.000 Tahun Di Taman Nasional Sangkima

Pohon Ulin Raksasa

Suara kendaraan yang melintasi ruas jalan Sangatta-Bontang, Kalimantan Timur, menghilang perlahan seiring langkah kaki meniti papan-papan kayu. Memasuki relung sisi terluar Taman Nasional Kutai nan eksotis, pengunjung bersiap-siap memeluk pohon ulin terbesar di dunia.

Wisata Alam Sangkima, nama tempat itu, sejatinya hutan hujan tropis dataran rendah. Lokasinya di Desa Sangkima, Kabupaten Kutai Timur, yang dapat ditempuh sekitar satu jam dari Kota Bontang. Ini tempat terasyik jika ingin ”tenggelam” di hutan khas Kalimantan.

Satu papan berukuran besar menginformasikan garis besar area seluas 300 hektar ini. Pengunjung harus berjalan sejauh 800 meter menuju pohon ulin raksasa itu. Karena itu, pengunjung harus menyiapkan bekal air minum dan stamina cukup untuk melahap jalur treking. Satu lagi, hati-hati melangkah.

Papan-papan ulin berwarna hitam gelap yang disusun berjejer membentuk jalur yang aman dilewati. Pilihlah alas kaki yang sesuai mengingat papan-papan itu cukup licin karena diselimuti lumut. Perjalanan menyenangkan karena dinaungi rerimbunan pohon.

Serangga-serangga yang entah bersembunyi di mana menyajikan orkestra alam nan merdu. Ditambah gemerisik dedaunan, embusan angin, dan hawa segar, memaksa pengunjung sekali-sekali berhenti, sekadar merentangkan tangan, menghirup oksigen selega mungkin.

Setelah berjalan 250-an meter, terbentang jembatan gantung di atas sungai kecil. Saat melintas, pengunjung harus memastikan tangan memegang erat tali di kanan-kiri agar sukses meniti jembatan sepanjang 15 meter itu. Jembatan gantung ini juga menjadi tempat favorit untuk berfoto-foto.

Selesai melewati jembatan kayu ini, perjalanan bisa dilanjutkan. Pengunjung dapat menikmati hamparan hijau di sepanjang sungai kecil yang membelah hutan, hingga akhirnya tiba di ikon tempat wisata ini yang membuat orang terkesima, yakni satu pohon ulin yang menjulang 20 meter.


Inilah ulin (Eusideroxylon zwageri) terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Inilah kayu nomor satu yang paling diburu penjarah Taman Nasional Kutai. Kuat, tahan air, dan bentuknya yang lurus adalah syarat sempurna kayu, yang dapat dipenuhi ulin.

Beruntunglah pohon ini selamat dari penjarah ketika ditemukan pertama kali tahun 1993 oleh Sarjo, tenaga pengamanan hutan Taman Nasional Kutai yang sedang mendampingi peneliti asing. Inilah awal dibukanya Wisata Alam Sangkima, seluas 300-an hektar atau 0,1 persen dari luas Taman Nasional Kutai.

Ulin raksasa ini berdiameter 2,47 meter sehingga butuh 6-7 orang untuk memeluknya. Mengingat pertumbuhannya sangat lambat, diperkirakan ulin ini berumur 1.000 tahun. Karena faktor umur dan kemungkinan pernah tersambar petir, bagian atas ulin ini patah.

”Tidak ada yang tahu kapan bagian atasnya patah, juga berapa meter tinggi pohon itu. Tetapi, saya yakin, dulu tingginya bisa mencapai 40 meter,” ujar Hernowo Supriyanto, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Kutai Wilayah 1 Sangatta, Selasa (17/3/2015).

Pohon ulin tumbuh di hutan hujan tropis dataran rendah, seperti Taman Nasional Kutai. Selain di Indonesia, ulin hanya ditemukan di beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand. Ulin menjadi elemen penting penyusun rumah adat dan dermaga sandar kapal.
Penjarahan

Penebangan dan penjarahan masif dengan cepat menyusutkan jumlah ulin di Kalimantan. Harga ulin yang bisa tiga kali lipat kayu jati memang menggoda penjarah. Tak heran hampir setiap kali berpatroli, personel Taman Nasional Kutai selalu menemukan jarahan ulin.

Ulin yang diburu kini tidak lagi ulin berukuran besar. Karena itu, melihat pohon ulin raksasa ini masih berdiri dengan gagah, seperti menatap sepenggal keajaiban alam Kalimantan yang tersisa. Ulin itu selamat karena ada di kawasan wisata.


”Luar biasa, masih ada pohon sebesar ini,” begitu komentar Widyo Baskoro (36), pengunjung, saat pertama melihatnya. Hampir empat tahun menetap di Balikpapan, ia akhirnya dapat melihat pohon raksasa itu.

Baskoro terbujuk ajakan teman yang pernah beberapa kali ke sana. Karyawan swasta ini mengambil cuti dua hari untuk piknik bersama istrinya, Sisca, dan anaknya, Thomas, yang berumur lima tahun. Bersama keluarga temannya, mereka berkendara naik mobil.

Dari Balikpapan dibutuhkan waktu 6-7 jam berkendara menuju Wisata Alam Sangkima. Karena itu, apabila berangkat dari Balikpapan, disarankan bermalam dulu di Samarinda atau Bontang agar tak kelelahan saat tiba di Sangkima.

Melelahkan tetapi menyenangkan menyusuri hutan ini. Thomas langsung lari meninggalkan kedua orangtuanya begitu menapak papan-papan ulin. Satu kali ia terpeleset dan terduduk, dan sekali tersungkur. Namun, ia tetap tertawa ceria.

Jalur treking 800 meter ini cukup menguras tenaga. Tiba di lokasi ulin raksasa, terasa lumayan. Namun, jika ingin tambahan tantangan, dapat mencoba jalur treking yang lebih panjang.

Dari lokasi ulin, pengunjung tinggal berjalan lagi sejauh 3 kilometer. Di tengah rute, pengunjung akan menjumpai satu jembatan sling yang terentang 20-an meter di atas sungai. Cukup mendebarkan kala meniti jembatan ini.

Namun, ada ”hadiah” kecil menanti untuk disinggahi sejenak, yakni tempat bernama Pemandian 7 Puteri. Namanya memang agak bombastis mengingat itu hanyalah semburan mata air yang, meskipun memang tujuh tingkat, tingginya tidak sampai semeter.


”Ada cerita unik tentang air itu. Seorang perempuan muda yang wajahnya berjerawat pernah mencuci muka atas anjuran kawannya. Sebulan kemudian, dia kembali ke Sangkima membawa nasi bungkus untuk teman-teman saya. Wajahnya sudah mulus,” kata Hernowo.

Jika pengunjung beruntung, beberapa satwa eksotis mungkin terlihat dari kejauhan. Misalnya kancil, rusa, rangkong, elang bondol, musang, kukang, landak, ular kobra, sanca, dan tentu saja orangutan. Setidaknya suara orangutan biasanya terdengar.

Dengan tiket Rp 5.000 pada hari biasa dan Rp 10.000 pada akhir pekan, sepadan dengan apa yang didapat. ”Jika sempat, saya pasti kembali lagi,” ujar Baskoro.
Ya, di mana lagi menikmati hutan hujan tropis dengan ”bonus” ulin raksasa?

(Emanuel Edi Saputra dan Lukas Adi Prasetya/Tribun News)
Hi Joko
Add Comment
Wisata Bontang
Sabtu, 13 Februari 2016
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

Tentang Gendis Homestay

Selamat Datang Di Gendis Homestay Bontang - Jangan Khawatir dengan Budget Kecil anda untuk Keperluan Penginapan dan Tempat Tinggal anda selama di Bontang. Silahkan Datang ke Tempat Kami Untuk kemudahan dan kenyamanan anda selama tinggal di Bontang. Untuk Konfirmasi pemesanan silahkan Kontak Kami Di : 082243634433 - 081228801199 Atau Mention Kami Di @GendisID Tarif Lebih Murah untuk Anda Yang mengambil Paket Mingguan atau Bulanan. Harga Gendis Homestay dengan Rumah Type 70 2 Lantai Full AC dan TV, Alat Masak , Mesin Cuci adalah Rp. 500 ribu/ Malam atau PAket Rombongan : Rp.800.000 per malam nya

Related Posts

Weekly Posts

  • Cari Istri Itu Yang Lemah Jangan Cari Wanita Kuat,.... Ini Alasannya Versi Ahmad Dhani
    Cari Istri Itu Yang Lemah Jangan Cari Wanita Kuat,.... Ini Alasannya Versi Ahmad Dhani
    Ahmad Dhani akhirnya blak-blakan soal alasan perpecahan rumah tangganya dengan Maia Estianty lalu memilih Mulan Jamela sebagai istri. Dalam ...
  • Inilah 7 Video Bokep Lokal Asli Indonesia Yang Menggegerkan Publik
    Inilah 7 Video Bokep Lokal Asli Indonesia Yang Menggegerkan Publik
    Skandal video Bokep panas seorang model yang menggegerkan publik hari ini (3/3) bukanlah yang pertama. Sebelumnya, telah ada video serupa ya...
  • Lelaki Itu Mendekati, Menikahi, Lalu Menafkahi. Bukan Memacari, Menikmati, Lalu Pergi
    Lelaki Itu Mendekati, Menikahi, Lalu Menafkahi. Bukan Memacari, Menikmati, Lalu Pergi
    Lelaki baik untuk wanita itu adalah dia yang mau mendekati karena ingin menikahi dan siap memberinya nafkah. Bukan laki-laki yang hanya menc...
  • Mau Tau Perbedaan rasa Janda dan Perawan?
    Mau Tau Perbedaan rasa Janda dan Perawan?
    Mau Tau Perbedaan rasa Janda dan Perawan? Janda dan perawan menurut saya perbedaannya setipis selaput perawan. Mungkin letak perbedaanya ad...
  • Direktur COP Sebut Orangutan yang Tewas di Bontang Dibunuh
    Direktur COP Sebut Orangutan yang Tewas di Bontang Dibunuh
    Direktur Pelaksana Centre For Orangutan Protection (COP) Ramadhani menyebut ada unsur kesengajaan dalam kasus pembakaran lahan yang mengakib...
  • Khusus Buat Lelaki Hebatku, Terima Kasih Untuk Setiap Waktunya.. Mention / Tag Suami-Pacar Kamu Ya Girls!
    Khusus Buat Lelaki Hebatku, Terima Kasih Untuk Setiap Waktunya.. Mention / Tag Suami-Pacar Kamu Ya Girls!
    Tidak terasa sudah enam tahun kita bersama, enam tahun yang kita lalui bukan waktu yang singkat, kita sudah melewati berbagai macam rintang...
  • Mengenal Tuyul Pencuri, Begini Caranya Agar Tidak Masuk ke Rumah Kita
    Mengenal Tuyul Pencuri, Begini Caranya Agar Tidak Masuk ke Rumah Kita
    Mengenal Tuyul, Tuyul dalam mitologi Nusantara, terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan ke...
  • Video Bokep "Belum Ada Judul (2005) " , Siapa sebenarnya??
    Video Bokep "Belum Ada Judul (2005) " , Siapa sebenarnya??
    Video Bokep "Belum Ada Judul (2005) " , Siapa sebenarnya?? Keren yah judulnya: Belum Ada Judul alias untitled. Entah mungkin karen...
  • Wisma Tamu Gendis Homestay And Guest House
    Wisma Tamu Gendis Homestay And Guest House
    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fr...
  • Sewa Penginapan Harian Murah Di Bontang
    Sewa Penginapan Harian Murah Di Bontang
    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fri...

Label

Beras Basah Bisnis Bontang Bursa Barang Bontang Derawan Guesthouse Homestay Indonesiana Kesehatan Kuliner Labuan Cermin Penginapan Perumahan Bontang Segajah Traveler Wisata Bontang Wisma Tamu
Copyright © 2014 Gendis Homestay Bontang All Right Reserved
Created by Arlina Design | Published By Indonesian Templates