Gendis Homestay Bontang

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Traveler Mengintip Mushala Di Bandara London

Mengintip Mushala Di Bandara London

MENGINJAKKAN kaki di Inggris adalah impian saya sejak dulu. Sejak memperoleh beasiswa dari Pemerintah Eropa dan mendapatkan student visa, tidaklah mudah bagi saya untuk berkunjung ke Inggris. Negara Ratu Elizabeth II ini memang tidak termasuk dalam “Schengen Area”, sehingga visa khusus yang harganya kurang lebih 200 euro untuk memasuki wilayah Inggris sangatlah diperlukan.

Di waktu liburan setelah ujian berakhir, saya dan seorang teman asal Indonesia memutuskan untuk pergi ke Portugal dengan transit di London beberapa jam. Warga Indonesia hanya diperbolehkan transit kurang dari 24 jam apabila tak memiliki UK Visa. Kami tiba di Bandara Stansted, London, pukul 22.00 GMT. Cukup deg-degan saat melewati imigrasi (border force) yang sangat ketat. Akhirnya, kami lolos dan diizinkan transit untuk menunggu penerbangan keesokan harinya ke Porto, Portugal.

Tak ada kegiatan berarti yang bisa dilakukan selama di bandara malam itu, kecuali hanya duduk atau tidur. Hal yang menarik bagi saya adalah mendengar percakapan orang-orang dengan British accent (logat Inggris) yang kental. Sesekali saya coba tiru cara mereka berbicara yang menurut saya sulit dan melelahkan. Maklum, selama ini saya hanya aktif berbahasa Inggris dengan American accent.

Selain itu, ada hal menarik yang tak pernah saya temukan selama perjalanan saya mengelilingi belasan negara di Eropa, yaitu prayer room atau biasa kita sebut dengan mushala. Dengan semangat kami masuk dan melihat ada sajadah, mukena, Alquran, dan buku-buku islami. Terselip juga Bible di antara buku-buku Islam.

Di dalam prayer room ini juga terdapat tempat berwudhuk. Kami menunaikan shalat Isya dan dan membaca Quran di sana secara bergantian karena ruangan tersebut cukup sempit untuk shalat berjamaah, namun sangat nyaman.

Sesekali petugas bandara memeriksa apakah orang yang di dalam prayer room benar-benar beribadah dan tidak menyalahgunakan ruangan tersebut. “I don’t mind if you’re staying here to pray but not to play, okay?” begitu kata petugas bandara yang ramah dengan British accent saat memeriksa ruangan tersebut.

Beberapa orang dari berbagai ras juga bergantian menggunakan prayer room ini untuk shalat, dari yang berwajah Arab hingga Afrika. Semuanya saling menyapa, “Assalamu’alaikum” ketika masuk dan ke luar ruangan. Mungkin bagi orang-orang yang lama tinggal di Inggris sudah biasa melihat adanya prayer room ini. Namun bagi saya, ini luar biasa! Takjub bukan main. Tak pernah saya temukan terlebih di tempat umum seperti di bandara lain di benua ini. Islam memang lebih diterima di Inggris. Sangat bertolak belakang dengan negara tempat saya belajar, Republik Ceko yang bisa dibilang Islamofobianya cukup tinggi! Jangankan prayer room di tempat umum, masjid kecil yang sudah resmi di pinggiran kota saja pun sering dilempari dengan kotoran ketika masuk jadwal shalat Jumat.

Tiba di Inggris seakan memberikan pengalaman berbeda, bagaimana orang-orang dengan latar belakang dan agama yang berbeda hidup berdampingan dengan rukun. Kehidupan multikultural dan mudahnya akses ibadah membuat negara ini menjadi impian bagi banyak orang untuk bekerja dan menuntut ilmu.

Inggris memberikan kesan yang baik dan positif meskipun saya berada di sana hanya kurang dari sehari. Semoga pengaruh ini menyebar di negara-negara Eropa lainnya, sehingga warga muslim yang menetap memiliki akses mudah untuk beribadah dan hidup tanpa kecaman dari pihak mana pun. Amin ya rabbal’alamin.

OLEH KARTIKA SARI, mahasiswi Universitas Syiah Kuala, penerima beasiswa Erasmus Mundus Undergraduate Exchange Program, melaporkan dari London, Inggris
Via ; tribun aceh
Hi Joko
Add Comment
Traveler
Sabtu, 20 Februari 2016
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

Tentang Gendis Homestay

Selamat Datang Di Gendis Homestay Bontang - Jangan Khawatir dengan Budget Kecil anda untuk Keperluan Penginapan dan Tempat Tinggal anda selama di Bontang. Silahkan Datang ke Tempat Kami Untuk kemudahan dan kenyamanan anda selama tinggal di Bontang. Untuk Konfirmasi pemesanan silahkan Kontak Kami Di : 082243634433 - 081228801199 Atau Mention Kami Di @GendisID Tarif Lebih Murah untuk Anda Yang mengambil Paket Mingguan atau Bulanan. Harga Gendis Homestay dengan Rumah Type 70 2 Lantai Full AC dan TV, Alat Masak , Mesin Cuci adalah Rp. 500 ribu/ Malam atau PAket Rombongan : Rp.800.000 per malam nya

Related Posts

Weekly Posts

  • Cari Istri Itu Yang Lemah Jangan Cari Wanita Kuat,.... Ini Alasannya Versi Ahmad Dhani
    Cari Istri Itu Yang Lemah Jangan Cari Wanita Kuat,.... Ini Alasannya Versi Ahmad Dhani
    Ahmad Dhani akhirnya blak-blakan soal alasan perpecahan rumah tangganya dengan Maia Estianty lalu memilih Mulan Jamela sebagai istri. Dalam ...
  • Inilah 7 Video Bokep Lokal Asli Indonesia Yang Menggegerkan Publik
    Inilah 7 Video Bokep Lokal Asli Indonesia Yang Menggegerkan Publik
    Skandal video Bokep panas seorang model yang menggegerkan publik hari ini (3/3) bukanlah yang pertama. Sebelumnya, telah ada video serupa ya...
  • Lelaki Itu Mendekati, Menikahi, Lalu Menafkahi. Bukan Memacari, Menikmati, Lalu Pergi
    Lelaki Itu Mendekati, Menikahi, Lalu Menafkahi. Bukan Memacari, Menikmati, Lalu Pergi
    Lelaki baik untuk wanita itu adalah dia yang mau mendekati karena ingin menikahi dan siap memberinya nafkah. Bukan laki-laki yang hanya menc...
  • Mau Tau Perbedaan rasa Janda dan Perawan?
    Mau Tau Perbedaan rasa Janda dan Perawan?
    Mau Tau Perbedaan rasa Janda dan Perawan? Janda dan perawan menurut saya perbedaannya setipis selaput perawan. Mungkin letak perbedaanya ad...
  • Direktur COP Sebut Orangutan yang Tewas di Bontang Dibunuh
    Direktur COP Sebut Orangutan yang Tewas di Bontang Dibunuh
    Direktur Pelaksana Centre For Orangutan Protection (COP) Ramadhani menyebut ada unsur kesengajaan dalam kasus pembakaran lahan yang mengakib...
  • Khusus Buat Lelaki Hebatku, Terima Kasih Untuk Setiap Waktunya.. Mention / Tag Suami-Pacar Kamu Ya Girls!
    Khusus Buat Lelaki Hebatku, Terima Kasih Untuk Setiap Waktunya.. Mention / Tag Suami-Pacar Kamu Ya Girls!
    Tidak terasa sudah enam tahun kita bersama, enam tahun yang kita lalui bukan waktu yang singkat, kita sudah melewati berbagai macam rintang...
  • Mengenal Tuyul Pencuri, Begini Caranya Agar Tidak Masuk ke Rumah Kita
    Mengenal Tuyul Pencuri, Begini Caranya Agar Tidak Masuk ke Rumah Kita
    Mengenal Tuyul, Tuyul dalam mitologi Nusantara, terutama di Pulau Jawa, adalah makhluk halus berwujud anak kecil atau orang kerdil dengan ke...
  • Video Bokep "Belum Ada Judul (2005) " , Siapa sebenarnya??
    Video Bokep "Belum Ada Judul (2005) " , Siapa sebenarnya??
    Video Bokep "Belum Ada Judul (2005) " , Siapa sebenarnya?? Keren yah judulnya: Belum Ada Judul alias untitled. Entah mungkin karen...
  • Wisma Tamu Gendis Homestay And Guest House
    Wisma Tamu Gendis Homestay And Guest House
    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fr...
  • Sewa Penginapan Harian Murah Di Bontang
    Sewa Penginapan Harian Murah Di Bontang
    Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas non dui turpis. Nulla ullamcorper dapibus ex nec faucibus. Nunc sed fri...

Label

Beras Basah Bisnis Bontang Bursa Barang Bontang Derawan Guesthouse Homestay Indonesiana Kesehatan Kuliner Labuan Cermin Penginapan Perumahan Bontang Segajah Traveler Wisata Bontang Wisma Tamu
Copyright © 2014 Gendis Homestay Bontang All Right Reserved
Created by Arlina Design | Published By Indonesian Templates